Kamis, 25 Februari 2010

Aku Ingin Seperti Bunga Edelweis

Edelweis...

bunga ini tidak pernah layu. walaupun ditaruh di vas tanpa air, bunga ini tetap akan mekar seperti saat dipetik. Memang tidak sewangi bunga mawar atau melati, tetapi keindahan dan kekuatannya membuat bunga ini amat disukai.

Edelweis bunga yang "jujur" artinya dia tidak menunjukan secara langsung kecantikannya lewat warna atau wanginya, tetapi orang-orang justru terpikat oleh Edelweis karena bunga ini memang memiliki sesuatu yang luar biasa indahnya.

bunga Edelweis melambangkan cinta, pengorbanan dan ketulusan. Sesuai dengan warnanya yang putih halus dan lembut. Selembut salju.

sempat melayani hatimu

Mungkinkah engkau masih menginkan rindu ini.
Setelah kau pergi, menjauh dari jangkauan hati
mungkinkah engkau mau menyisakan rasa rindu
setelah kau tutup pintu hatimu, tanpa waktu.
padahal saat itu...

Sempat kau berharap kau tak harus pergi
Sempat kau katakan kau rindu padaku
Sempat saling berdekapan dan menghangatkan
menyaksikan malam penuh bintang
Sempat kunikmati kecupan senyummu
Sempat kuresapi redupnya matamu
Sempat saling mendengarkan ombak bersuara
dan kita berkhayal keliling dunia
dan sempat kumelayani hatimu.

Selasa, 19 Januari 2010

Apakah itu Kader ?

pertanyaan : apakah itu kader ? kita harusmenyatakan bahwa seorang kader adalah seorang individu yang telah mencapai perkembangan politik yang cukup mampu menafsirkan petunjuk-petunjuk yang lebih besar berasal dari kekuasaan pusat menjadikanya sebagai miliknyadan memegangnya sebagai suatu orientasi ke massa ; seseorang yang pada saat yang sama harus juga mampu menafsirkan isyarat-isyarat yang dimunculkan oleh massa mengenai keinginan-keinginan dan motivasi mereka yang paling dalam.

Seorang kader adalah seorang yang memiliki disiplin ideologis dan administratif, yang mengetahui dan mempraktekkan sentralisme-demokrasi dan yang mengetahui bagaimana mempraktekkan azas diskusi kolektif dan pengambilan keputusan serta tanggung jawabnya masing-masing. Ia adalah seorang individu yang telah terbukti kesetiaannya, yang keberanian lahiriah dan moralnya telah berkembang seiring dengan perkembangan ideologisnya, yang dengan demikian ia selalu berkeinginan untuk menghadapi setiap perdebatan dan bahkan menyerahkan seluruh hidupnya untuk kejayaan revolusi. Sebagai tambahan, ia juga seorang individu yang dapat berfikir berdikari, yang mampu membuat keputusan-keputusan yang diperlukan dan melakukap prakarsa kreatif yang tidak bertentangan dengan disiplin.

Karenanya, kader adalah seorang pencipta, seorang pemimpin yang berpendirian kukuh, seorang teknisi dengan tingkat politik yang baik, yang memegang prinsip dialektika untuk memajukan sektor produksinya, atau mengembangkan massa dari posisi kepemimpinan politiknya.

Manusia teladan ini, yang dari luar nampak seolah-olah tingkat kebajikannya itu sulit dicapai, ternyata hadir diantara rakyat Kuba, dan kita menemuinya tiap hari. Hal yang pokok sebetulnya adalah mengambil manfaat dari setiap peluang yang ada guna mengembangkan mereka semaksimal mungkin, untuk mendidiknya, untuk menarik manfaat yang paling besar dari setiap kader dan mengalihkannya menjadi nilai tertinggi bagi kepentingan bangsa.

Pengembangan saorang kader dicapai melalui pelaksanaan tugas-tugas setiap hari. Selain itu, tugas-tugas itu harus dijalankan secara sistematik, di dalam sekolah-sekolah khusus, diajar oleh pengajar yang kompeten--yang memberikan teladan bagi murid-muridnya--akan mendorong kemajuan ideologis yang paling pesat .

Dalam sebuah sistem yang sedang mulai membangun sosialisme, jelas kader harus maju secara politik. Selain itu, bila kita mempertimbangkan perkembangan politiknya, kita tidak hanya memperhitungkan teori Marxist. Kita harus juga menuntut tanggungjawab dari individu terhadap tindakan-tindakannya, sebuah disiplin yang mengendalikan setiap kelemahan dan yang tidak menghambat lahirnya prakarsa Dan kita harus mgnuntut kekhusukkannya yang terus-menerus terhadap semua masalah-masalah revolusi. Untuk dapat mengembangkan seorang kader, kita harus memulai dengan menegakkan prinsip seleksi diantara massa. Di sana lah kita menemukan individu-individu yang berkembang, yang diuji oleh pengorbanan atau yang baru mulai menunjukkan kepeduliannya dan menugaskan mereka ke tempat-tempat belajar khusus ; atau bila belum ada sekolah-sekolah sedemikian, berikan mereka tanggung jawab yang lebih sehingga mereka teruji dalam kerja praktek.

http://www.marxists.org/indonesia/archive/guevara/1962-Kader.htm

Aktivis yang Tidak Aktif

Pantaskah Merelakan Akademik demi Menjadi Aktivis ??

Bila anda tidak membaca tulisan ini dengan benar maka anda akan melihat suatu kontradiksi antara tulisan ini dengan tulisan saya yang sebelumnya. Saya menulis tulisan ini karena saya melihat adanya suatu fenomena yang sudah biasa terlihat dalam dunia kemahasiswaan, yaitu mahasiswa yang menjadi aktivis kebanyakan adalah mahasiswa yang kurang berprestasi dalam akademisnya.

Sebenarnya perlu diteliti kembali mengenai berbagai motif dan semangat mahasiswa saat memutuskan aktif berorganisasi dalam sebuah wadah di luar keprofesiannya. Terlebih lagi ketika kegiatan organisasi tersebut (yang tak berhubungan dengan keprofesinya) memakan cukup banyak waktu melebihi waktunya untuk menunaikan tanggung jawab menyelesaikan studinya. Bisa saja mahasiswa mengikuti sebuah organisasi dan menjadi aktivis karena dia merasa tidak menemukan suatu kebanggaan akan bidang studi dan keprofesian yang ditekuninya. Mereka mungkin menemukan sebuah ketidakpuasan saat belajar di ruang kuliah, lalu mereka berusaha mencari sebuah bentuk eksistensi di lingkungan lain. Hal tersebut akan menimbulkan sebuah ketidakfokusan dan ketidakseimbangan dalam menjalani hidup mereka sebagai mahasiswa.

Saya kadang merasa kasihan saat melihat beberapa teman saya tertidur kelelahan di ruang kuliah saat dosen mengajar di depannya, terlebih saat menanyakan alasan kenapa mereka bisa kelelahan, beberapa menjawab karena semalaman mereka rapat KM (BEM-nya ITB), menyelesaikan LPJ, membuat SOP, membahas kaderisasi, dan jawaban lain sebagainya. Saya tidak mempermasalahkan apakah nantinya mereka mengerti akan materi kuliah yang diajarkan, namun tindakan seperti itu menurut saya cukup mencerminkan bahwa tidak adanya keseimbangan dalam diri mereka sebagai mahasiswa. Terlebih saya berpendapat bahwa bila seorang mahasiswa sampai tega mengorbankan akademisnya demi mengurus hal-hal lain, maka orang tersebut tidak pantas menjadi aktivis bahkan tidak pantas menjadi mahasiwa.

Jangan Jadikan Keaktifan di Luar Kuliah Sebagai Penghambat Akademis !!

Di tulisan saya sebelumnya, saya pernah menulis bahwa “jangan jadikan akademis sebagai alasan untuk bersikap apatis sebagai mahasiswa”. Kini pernyataan tersebut saya rasa kurang lengkap dan harus ditambah dengan ” Jangan jadikan hal-hal di luar kuliah sebagai penghambat meraih prestasi akademis”. Sudah seharusnya kita sadar bahwa suatu saat nanti kita akan lulus sebagai seorang sarjana dalam keprofesian kita masing-masing bukannya sebagai sarjana unit kesenian, keagamaan, ataupun kajian dan pengabdian masyarakat.

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana caranya bisa menjadi seorang aktivis dengan prestasi akademis yang membanggakan ?? Saya kira sangat banyak di luar sana yang telah sukses menjadi orang seperti itu. Intinya adalah kita harus pandai mengukur kemampuan diri sendiri. Bila kalian termasuk orang yang dikaruniai otak cerdas (sekali buka buku langsung mengerti), maka kalian tentunya memiliki banyak waktu senggang untuk beraktivitas lainnya, namun bila kalian merasa memiliki kemampuan biasa-biasa saja (bahkan cenderung belet seperti saya :D ) maka kalian seharusnya sadar diri untuk berusaha lebih keras dalam menyelesaikan studi kalian.

Permasalahannya adalah akademis itu bersifat mutlak dan parametris. Rektorat bisa dengan mudah men-drop out mahasiswanya yang memiliki nilai buruk, namun tak akan ada hukuman apapun kepada para mahasiswa yang bersikap apatis. Hal inilah sudah seharusnya dipahami oleh setiap mahasiswa dan jadikanlah sebagai sebuah tantangan yang diselesaikan dengan “elegan” bukannya nekat atau bodoh.

Saya sangat menghargai bahkan mengagumi para teman-teman mahasiswa yang mampu menjadi seorang aktivis di luar bidang kuliahnya serta berprestasi dalam akademisnya. Saya pun hingga saat ini sedang berusaha untuk menjadi orang seperti itu walaupun nampaknya masih jauh…

Entry Filed under: ITB, Manusia, Nasionalisme, kuliah, pengalaman pribadi, sosial. Tag: aktif, aktivis, apatis, ITB, kampus, KM, mahasiswa.

copy from http://geowana.wordpress.com/2008/11/30/aktivis-yang-tidak-aktif/

Kaderisasi Siapa yang Butuh

Kaderisasi, khususnya di lingkungan kampus, nampaknya kembali menjadi perhatian banyak orang. Yap, setelah kasus yang menimpa salahsatu himpunan program studi di Institut Teknologi Bandung beberapa waktu silam.

Banyak orang angkat bicara, mulai dari tingkat mentri, rektor, dosen, mahasiswa, bahkan mahasiswa yang baru masuk. Pandangan mereka beragam mengenai masalah kaderisasi kampus ini. Ada pihak yang menyatakan mengecam (bahkan anti) terhadap segala jenis kaderisasi, ada juga yang tetap mendukung kaderisasi didasarkan kepada manfaat yang bisa diambil dari proses tersebut.

Baik, sebelum kita bicara lebih jauh mengenai kaderisasi, sebenarnya apa sih kaderisasi itu ? Nampaknya (bukan suudzon nih…) orang-orang masih memandang kaderisasi itu sebagai sesuatu yang tabu, kekerasan, senioritas, penyiksaan, dan lain sebagainya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kaderisasi adalah pengaderan, dan arti dari kader adalah “orang yang diharapkan memegang peran penting di pemerintahan, partai, dsb”. Pengertian ini menurut saya terlalu konvensional dan kaku, karena bila pengertian kaderisasi seperti yang diungkapkan di atas, maka seolah-olah kaderisasi itu adalah sesuatu hal yang eksklusif, karena tak semua orang tentunya dapat memegang suatu peranan penting dalam suatu perkumpulan/organisasi. Selanjutnya adalah dasar dari seseorang menjalankan kaderisasi dan atau menjadi kader juga tidak tergambar dengan jelas.

Kaderisasi dan Beli Mobil Bekas

Secara sederhana, menurut saya salah satu analogi sederhana dari kaderisasi adalah saat seseorang membeli mobil bekas (second hand). Saat pihak A membeli mobil dari pihak B, dan ijab-kabul sudah terjadi maka resmilah mobil itu menjadi milik pihak A. Akan tetapi si pihak B tidak langsung lepas tangan begitu saja, dia menjelaskan tentang berbagai cara merawat mobil tersebut, misalnya jenis bahan bakar dan oli yang dipakai. Kenapa pihak B menjelaskan hal tersebut? Hal tersebut bisa disebabkan pihak B sayang terhadap mobil tersebut sehingga dia berharap pemilik selanjutnya dapat menjaga mobil itu dengan baik. Atau bisa juga pihak B ingin agar reputasinya sebagai penjual mobil tetap terjaga.

Walaupun sedikit memaksakan :D , tetapi analogi di atas sedikitnya sudah bisa menggambarkan dengan lebih jelas mengenai motif seseorang melakukan kaderisasi dan atau menjadi kader. Menurut saya seharusnya kaderisasi itu dilakukan atas dasar kecintaan kita terhadap suatu perkumpulan atau organisasi yang bersangkutan. Kaderisasi, yang saya amati saat ini terlalu banyak irisannya dengan apa yang dinamakan pendidikan, pelatihan, dan lain semacamnya. Irisannya yang paling ketara adalah misalnya kaderisasi kampus yang bertujuan untuk menghasilkan output yang diharapkan, sepertnya hal ini lebih tepat disebut sebagai pendidikan kampus, atau apa lah.

Kaderisasi, bila didasarkan pada tujuan untuk menghasilkan output yang berkualitas, tampaknya sedikit terkesan janggal karena tidak jelas apa keuntungan yang bisa diperoleh para pengkader. Kalau mau kasarnya sih, “buat apa para pengkader susah-susah mengkader anak orang kalau dia sendiri sebenarnya tak mendapat untung apa-apa ??”. Maka dari itu saya berpendapat bahwa dasar dari suatu kaderisasi seharusnya bermula dari kecintaan para pengkadernya akan organisasi yang diikutinya. Setidaknya bila frame tersebut dipakai maka keuntungan yang bisa diperoleh adalah :

1. Interaksi yang lebih harmonis antara kader dan pengkader, dimana para pengkader akan menganggap kader-kader di hadapan mereka adalah sebagai masa depan organisasi yang dicintainya.
2. Para pengkader akan dituntut memiliki kualitas yang cukup sebagai pengkader. Karena kaderisasi ini berdasarkan atas kecintaan terhadap organisasi maka kaderisasi tak mungkin bisa dilaksanakan sebelum para pengkadernya mampu memenuhi kualifikasi yang sesuai.

Kaderisasi akan lebih bermakna bila manfaatnya bisa diterima secara dua arah, baik oleh kader maupun oleh pengkadernya. Pengkader akan merasa puas bila kader-kader hasil didikannya ternyata bisa dipercaya untuk menjalankan organisasi disaat mereka sudah tidak aktif lagi di sana. Mereka akan merasa bangga bahwa organisasi yang dulu pernah mereka ikuti ternyata bisa berubah menjadi organisasi yang besar, kuat, dan berkarakter tidak lain karena orang-orang yang menjalankannya adalah yang dulu sempat dikader oleh mereka.

Lalu untuk para calon kader sendiri sebenarnya mengikuti kaderisasi adalah sebuah pilihan, bukan kewajiban atau larangan. Karena secara kasarnya, kaderisasi adalah sebuah “tawaran kontrak kerja” dari suatu organisasi yang mengadakannya. Seperti layaknya sebuah kontrak kerja maka disana akan tercantum berbagai kewajiban dan hak yang diperoleh bila kontrak tersebut telah tersetujui. Namun disinilah sebenarnya letak pertempuran berbagai ego manusia, ada yang menganggap bahwa kehidupan kampus sambil berorganisasi itu penting dan ada juga yang menganggapnya tidak penting, buang-buang waktu. Secara sadar atau tidak sebenarnya perasaan itu adalah momentum awal dimulainya sebuah kaderisasi.

Pilihan ada di tangan masing-masing individu. Namun perlu diingat bahwa perubahan tidak akan terjadi sebelum kita sendiri berusaha untuk membuat perubahan tersebut.

Terima Kasih

diambil dari http://geowana.wordpress.com/2009/04/25/kaderisasi-siapa-yang-butuh/

Senin, 18 Januari 2010

Prayer of Love

Allah...
Saat aku menyukai hamba-Mu, ingatkan aku bahwa akan ada sebuah akhir,
Sehingga aku tetap bersama dengan yang tak pernah berakhir

Allah...
Ketika aku merindukan seorang kekasih, rindukanlah aku dengan seseorang yang mencinta-Mu,
agar kerinduanku pada-Mu semakin menjadi

Allah...
Jika aku mencintai seseorang, temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu,
agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Allah...
Ketika aku sedang jatuh cinta, jagalah hatiku agar tak melebihi cintaku pada-Mu

Allah...
Ketika aku berucap "Aku cinta pada-Mu", biarlah aku katakan kepada hatinya yang bertaut kepada-Mu,
agar aku tak jatuh dalam hati yang bukan karena-Mu.

Minggu, 17 Januari 2010

Cinta Tidak Pernah Meminta

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)

anonymous